LOVE

Yuhuu.. !!

 

Setelah mendengar curhatan dari beberapa orang sahabat tentang pengalaman dan pergumulan mereka (baik yang sedang broken heart, in waiting, falling in love, atopun yg masih belom dapet “pencerahan” apa2 *hihihi..*), saya jadi terinspirasi untuk membuat page ini.. Yup, di sinilah tempat buat kita ngobrolin yang namanya lope2…haha.. Ada beberapa artikel menarik yang saya ambil dari beberapa situs juga..
Selamat membaca teman2..
Semoga bisa menambah pemahaman kita yaa..🙂

 

All blessings,
 

Stephani Debora

———————————————

L.O.V.E


Kasih (love), yup, kata yang satu ini pasti uda akrab banget di telinga kita… Semua orang menyukai kata ini, tapi tidak semua orang taat mempraktekkannya.. Kadang kita lalai dan melupakannya.. Teman2, ada berbagai jenis kasih lho.. Apa aja itu?? Ayo kita cari tahu bareng-bareng.. =)

Kasih Eros

Di dalam kasih eros ada perasaan, emosi dan kehangatan.
Adalah wajar jika dalam setiap orang ada kasih
eros terutama terhadap lawan jenisnya.
Tetapi kasih eros sangat tidak stabil dan mudah berubah,
sehingga tidak bisa menjadi dasar dalam hubungan
yang baik dalam mencintai seseorang.
Orang yang dikuasai eros malah menjadi rentan
dan cenderung sangat mudah dikuasai nafsu.
Hanya dengan kasih Allah,
setiap orang bisa mengontrol kasih eros dalam dirinya.

Kasih Philia

Philia adalah kasih persaudaraan yang di dalamnya ada
emosi dan kesetiakawanan (Ibrani 13:1).
Kasih yang mendasari hubungan teman ini juga
sifatnya tidak stabil,
buktinya dapat terjadi
permusuhan antar teman dekat sekalipun.

Kasih Storge

Storge adalah kasih karena ikatan darah,
misalnya antara ibu dan anak, ayah dan anak
atau ikatan darah lainnya.
Sifat kasih storge mirip dengan philia.

Kasih Agape

Kasih agape adalah kasih yang tertinggi,
karena di dalamnya ada kasih ilahi.
Kasih inihanya dimiliki oleh orang yang sudah
menerimakasih sejati yang ada dalam Kristus Yesus.
Hanya orang yang sudah menerima kasih agape
Yesus dalam
dirinya-lah yang dapat mengimpartasikan
kasih sejati ini kepada sesamanya.
Agape akan membuat
segala sesuatu indah dan murni.

———————————————

Apakah “kasih” itu?
Kasih adalah kemampuan untuk merasakan
kebebasan- kebebasan untuk menyatakan perasaan kita.
Oleh sebab itu,
untuk dapat mengasihi orang lain, kita perlu mengasihi
dan menerima diri sendiri terlebih dahulu.
Semakin dalam
“kebutuhan” kasih kita, semakin kita merasa kurang
bebas sebab kita takut kehilangan kasih itu.
Belajarlah mengasihi
diri sendiri sebelum Anda mengasihi orang lain

1 Yohanes 2:10
Barangsiapa mengasihi saudaranya,
ia tetap berada di dalam terang,
dan di dalam dia tidak ada
penyesatan.

———————————————

Kebahagiaan bagi anak-anak
Tuhan ialah ketika ia mau memberi.

Memberi = Bahagia

Bahasa Kasih Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah KASIH. (I Korintus 13 : 13) Sempat terlihat di layar kaca kita beberapa waktu lalu, iklan sebuah produk lotion bayi terkenal. Dalam iklan itu divisualisasikan sentuhan lembut penuh kasih dari sang ibu yang memberi kenyamanan dan kehangatan bagi bayinya. Sentuhan penuh cinta dari si ibu adalah bahasa kasih yang paling dimengerti bayinya. Demikian pula adanya KASIH, deskripsi rasul Paulus mengenai kasih seperti yang tertulis dalam I Korintus 13:4-7 adalah definisi terbaik yang pernah tercatat dalam sejarah peradaban manusia. Namun kasih bukan hanya sebatas kata, kasih hanya mampu dibahasakan dengan perbuatan, hampir seperti iklan lotion tadi. Bahasa kasih sejati bersumber dari Bapa sendiri ketika Ia dalam keajaiban kasihNya memprakarsai keselamatan manusia (Yesaya 43:11) dan mengutus Kristus untuk melakukan keselamatan itu.

Kristus membahasakan kasih Bapa dengan tulus ketika Ia melintasi via Dolorosa menuju Kalvary. Keagungan kasihNya memberi dampak besar dalam kehidupan manusia sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Sentuhan kasih Bapa melalui Kristus akan dirasakan, dinikmati jika kita mau menerima Dia dalam hidup kita. Dengan demikian Sang Empunya Kasih Sejati itu akan tinggal di dalam hidup kita, mengalirkan kasihNya bagaikan aliran-aliran air kehidupan sehingga kitapun mampu membahasakan kasih kepada sesama. Bahasa kasih tidak dipelajari secara khusus, tidak ada universitas yang punya fakultas untuk mempelajari bahasa kasih. Boleh di kata, tidak ada lembaga apapun di dunia ini yang punya kemampuan mengajarkan bahasa kasih dengan baik. Hanya keintiman dengan Bapa dan FirmanNya lah yang akan memproses hidup kita untuk mengerti bahkan mampu membahasakan kasih dengan baik. Dalam proses ini Bapa tidak membiarkan kita seorang diri, tetapi memberikan Roh Kudus untuk memimpin dan menjadi guru terbaik kita.

source: profiles.friendster.com/loveisjesus

——————————————————–

Think About His Love

Think about His love, think about His goodness
Think about His grace that’s brought us trough
For as high as the heavens above
So great is the measure of our father’s love
Great is the measure of our Father’s love
So great is the measure of our Father’s love

How could I forget His love
And how could I forget His mercies
He satisfies, He satisfies, He satisfies my desires

Think about His love, think about His goodness
Think about His grace that’s brought us trough
For as high as the heavens above
So great is the measure of our father’s love
Great is the measure of our Father’s love

Great is the measure
Great is the measure
Great is the measure
Great is the measure of our Father’s love
Great is the measure of our Father’s love


———————————————

Nah,, setelah tahu & paham tentang 4 jenis kasih di atas, langkah berikutnya yaitu mengoreksi diri kita masing-masing:
1. Apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus?
2. Apakah kita sudah mengasihi sesama kita di dalam Kristus?
3. Apakah kita juga mengasihi sesama kita manusia yang belum mengenal Yesus?

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” 1 Korintus 13:1 – 3

 

Mari kita membagikan kasih (Agape) yang telah kita terima dari Tuhan kepada sekitar kita…

 

All blessings,

Stephani Debora

———————————————

True Love…

Suka vs Sayang vs Cinta

* Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.

* Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.

* Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

* Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”

* Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”

* Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

* SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis.”

* SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.

* CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata,  “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”

* SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Ia sangat cantik dan menawan.”

* SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.

* CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”

* Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.

* Pada saat orang yang kau SAYANG  menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.

* Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,”Tak apa dia hanya tak tahu  apa yang dia lakukan.”

* Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.

* Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.

* Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

* SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.

* SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.

* CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya.

* SUKA adalah hal yang menuntut.

* SAYANG adalah hal memberi dan menerima.

* CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

———————————————

Memilih Pasangan Hidup Dengan Cinta Saja??


Dalam kehidupan kita sebagai orang muda, terdapat satu hal yang tak terelakkan.

Jatuh Cinta🙂

Hal ini adalah hal yang bisa membuat kita merasa senang, sedih, semangat, putus asa, kecewa, dan berbagai hal yang lain. Dunia kita yang tadinya tenang dan damai, tiba-tiba saja bergoncang dan tidak akan pernah sama lagi karena kehadirannya. Tidak bertemu sesaat saja rasanya sudah seperti ribuan tahun menunggu. Bila teringat dirinya rasanya terasa sesak. Ribuan rasa terasa memenuhi rongga dada. Itulah cinta.

Sungguh mengherankan bukan, satu kejadian ini saja bisa menjungkir-balikkan isi dunia kita. Akan tetapi, sesungguhnya hal ini sudah dicatat di waktu yang lampau oleh raja Salomo dalam Kidung Agung 8:6B, “….karena cinta kuat seperti maut…” Ya itulah cinta … yang membuat seorang ibu rela menahan sakit karena harus melahirkan anak yang telah dikandungnya selama 9 bulan dengan susah payah; yang membuat seorang ayah bekerja mati-matian untuk menghidupi keluarganya; dan yang membuat seseorang rela melakukan banyak hal yang begitu luar biasa untuk seseorang yang dikasihinya. Semua atas nama cinta.

Pasangan Sepadan Mencintai berarti mengharapkan yang terbaik untuk orang yang dicintai. Bisa mencintai adalah suatu anugerah yang besar, karena tidak sedikit orang yang telah kehilangan kemampuan untuk mencintai.
Mencintai berarti membuka diri untuk terluka. Terdapat resiko besar untuk terluka saat kita mencintai. Saat kita mencintai, hati kita begitu rentan karena kita memberi suatu akses pada orang yang kita cintai untuk melukainya. Akan tetapi jangan pernah menyerah untuk mencintai. Saat hati kita masih bisa merasa (apapun rasa itu), berarti kita masih hidup dan hidup yang penuh warna terlebih bernilai daripada hidup yang hanya satu warna dan hampa.

Karena begitu besarnya resiko yang harus ditempuh saat kita mencintai, marilah kita bijaksana. Memang cinta dapat timbul sewaktu-waktu tanpa dapat dicegah. Tetapi membiarkan cinta tumbuh atau membunuhnya saat cinta itu masih dangkal, itu adalah suatu keputusan. Semoga kita memilih orang yang tepat saat kita membiarkan cinta itu tumbuh.

Pertanyaannya adalah, siapakah orang yang tepat itu? Alkitab setidaknya mencatat ada satu hal mendasar yang dapat menjadi pedoman kita dalam memilih siapakah kiranya orang yang tepat untuk kita biarkan menjadi ladang penyemaian cinta kita: Roma 12:2, ” Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Hal yang ingin saya garis bawahi di sini adalah mulai dari kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Dari sana timbullah pertanyaan lain: Apa yang baik? Apa yang berkenan kepada Allah? Apa yang sempurna di mata Allah? Mari kita kupas satu persatu.

  1. Apa yang baik? Hal ini dapat kita lihat pada 2 Korintus 6:14, ” Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” Di sini artinya adalah hendaknya kita berpasangan dengan orang yang seiman. Permasalahan iman adalah permasalahan pribadi yang tidak dapat dipaksakan. Masalah iman adalah masalah hak asasi manusia. Akan tetapi cinta yang mengarah pada kehidupan pernikahan adalah suatu bentuk persatuan Roh, dan bukan semata persatuan daging. Pernikahan dilandasi oleh cinta namun tidak cukup hanya dengan cinta, terutama sangat dibutuhkan peran pihak ketiga, yaitu Kristus. Sebuah kapal dengan dua nahkoda akan sulit sekali untuk berlayar.
  2. Apa yang berkenan kepada Allah? Hal ini dapat dilihat pada Kejadian 2:18, ” Tuhan Allah berfirman: Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Pertanyaan berikutnya adalah seperti apakah penolong yang sepadan itu? Sepadan dalam Alkitab dianalogikan sebagai kuk pada 2 ekor sapi yang digunakan untuk membajak lahan. Bila kuk tersebut tidak sama berat, maka akan timbul berat sebelah yang akhirnya tidak akan memungkinkan untuk 2 ekor sapi tersebut untuk maju secara bersamaan untuk membajak lahan tersebut. Bila dikembalikan pada konteks pasangan hidup, pasangan hidup yang sepadan adalah pasangn hidup yang memungkinkan untuk bersama2 menjalani hidup dengan sebaik mungkin. Pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana ukuran kesepadanan itu?
    Pasangan Sepadan.
    Kesepadanan dapat dilihat dari:
    a. Kapasitas rohani (seberapa banyak pasangan dan diri kita telah mengalami Tuhan dalam hidupnya).
    b. Wawasan/ pola pikir yang akan sangat dipengaruhi latar belakang, pendidikan, pengalaman, dan kehidupannya.
    c. Memiliki misi dan visi yang diarahkan kepada Tuhan.
    d. Memiliki kedewasaan psikologis untuk berkomitmen.
    Pasangan yang sepadan adalah pasangan yang memiliki empat dimensi tersebut dengan kadar yang kurang lebih sama (tidak terlalu jauh). Ingat prinsip kuk: bila salah satu terlalu berat dan satu terlalu ringan, maka sapi tidak bisa jalan beriringan.
  3. Setelah berjalan beriringan, pertanyaannya apakah kehendak Tuhan yang sempurna? Hal ini dapat dilihat dalam Matius 11:29-30, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan.” Penekanannya adalah pada kata pikullah kuk dan ringan. Pasangan yang sempurna adalah yang telah memenuhi kehendak Tuhan yang baik dan yang berkenan, dan yang dapat membuat menjadi ringan saat menunaikan tujuan Allah bagi kita (memikul kuk).

Lalu selain ketiga hal tersebut, apa ciri-ciri dia pasangan hidup yang tepat?
1. Bersamanya kita mengalami damai sejahtera.
2. Kita semakin maju dalam pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan sosial kita.
3. Kita semakin dekat dengan Tuhan.

Permasalahannya adalah: apakah kita sudah menjadi orang yang dapat memenuhi 3 kehendak Allah tersebut? Kalau belum, maka kejarlah itu dahulu!

Jadi, selamat mencintai!
Selamat jatuh cinta!
Selamat memilih pasangan hidup yang tepat!

taken from: tanahperjanjian.com

All blessings,

Stephani Debora


———————————————

Aloha…🙂

Teman2, ada kisah yang unik dan mengharukan nih..
Selamat menyimak yaaa… GBU!

———————————————

Hi friends🙂

Satu lagi artikel bagus yang pas banget buat teman2 yang lagi ‘bergumul’ tentang teman hidup *hehehe.. siapa ya??*  Artikel berjudul “Soulmate” ini saya dapat dari sundayjoyful.blogspot.com dan ditulis oleh Sdri. Silvia Novianti. Kalian bisa buka sendiri ke blog tsb atau biar mudahnya saya sajikan juga di page ini🙂 Selamat membaca yaa..!

All blessings,

Stephani Debora

SOULMATE

Apakah Anda bertanya-tanya apakah orang yang sedang dekat atau berpacaran dengan Anda adalah pilihan pasangan yang terbaik dari Tuhan untuk Anda tapi Anda belum merasa mendapat kepastian yang jelas? Menentukan orang yang dengannya Tuhan ingin Anda menghabiskan sisa hidup bersama adalah keputusan yang kritis, yang membutuhkan Anda untuk mengesampingkan agenda dan hasrat pribadi, untuk mempertimbangkan hal lain yang lebih penting: Apa yang Tuhan ingin katakan pada saya mengenai hubungan ini?

Berikut ini beberapa karakteristik yang saya yakin konsisten dengan karakteristik orang yang akan Tuhan pertemukan dengan Anda untuk bersama sepanjang hidup Anda, dengan catatan Anda juga adalah orang yang terbaik dari Tuhan untuk orang lain itu. Ini bekerja 2 arah, Tuhan tidak akan memberikan Anda yang terbaik jika Anda belum menjadi yang terbaik untuk calon pasangan Anda. Jadi, pastikan Anda juga mengukur diri Anda sendiri dengan 8 karakteristik berikut ini.

Bergairah Untuk Tuhan
Pertanyaan: Apakah orang ini bergairah untuk mencari dan mendekat pada Tuhan karena motivasi dari dirinya sendiri? Dalam kesehariannya, apakah dia membaca Alkitab, berdoa, dan mempunyai komunitas gereja? Apakah orang ini bergairah untuk Tuhan?
Ingatlah: Orang yang terbaik dari Tuhan akan mempunyai hubungan pribadi yang terus bertumbuh denganNya secara murni dan intim. Dengan kata lain, dia tidak akan mampu meninggalkan Tuhan dengan atau tanpa Anda.

Berdoa
Pertanyaan: Apakah orang ini berdoa secara teratur? Apakah dia dengan mudah berdoa bersama saya atau di depan orang lain? Apakah dia berbicara tentang doa-doa pribadinya dan doa-doa yang terjawab?
Ingatlah: Pernikahan tanpa doa seperti bola lampu tanpa aliran listrik. Yang terbaik dari Tuhan adalah seseorang yang berkomunikasi denganNya secara teratur untuk mendapatkan arahan dalam hidupnya, keintiman dengan Tuhan, dan juga untuk menabur dalam kehidupan orang-orang di sekitarnya.

Murni
Pertanyaan: Apakah orang ini memutuskan untuk menunggu sampai pernikahan untuk hubungan seksual? Apakah tindakannya sesuai dengan perkataannya yang menyatakan bahwa dia ingin menjadi murni dan menghormati Tuhan dalam hal pernikahan? Apakah orang ini berusaha untuk membuat batasan-batasan fisik yang sehat dan berkomitmen untuk menghormati kesucian saya di atas keinginan-keinginannya yang egois?
Ingatlah: Saya percaya salah satu dari barometer apakah seseorang berjalan bersama dengan Tuhan atau tidak adalah apakah dia mencoba menggoda Anda untuk melakukan dosa seksual atau tidak. Jika dia benar-benar mengasihi dan taat pada Tuhan, tidak akan ada alasan, bermain api, atau kompromi. Orang ini akan menghormati Tuhan di atas semua hasrat egoisnya, dan karena itu dia akan menghormati dan mengasihi Anda, melindungi tubuh Anda sampai pernikahan.

Mau Diajar
Pertanyaan: Apakah orang ini mau untuk mencari bantuan atau meminta pertolongan? Apakah dia mengakui jika dia melakukan kesalahan dan meminta maaf? Apakah dia mencari pertimbangan dari sesama orang percaya? Apakah dia menghormati otoritas yang diberikan Tuhan dalam hidupnya? Apakah dia mau taat sepenuhnya pada Tuhan?
Ingatlah: Jika pasangan Anda mau diajar dan menerima input dari Anda maupun orang lain, dia sepertinya juga mudah diajar oleh Tuhan. Tidak ada rasa aman yang lebih besar dalam pernikahan (terutama bagi wanita, yang akan tunduk pada suami mereka) daripada percaya pada pasangan (atau suami) yang mudah diajar oleh Tuhan dan mencari kehendak Tuhan di atas kehendaknya sendiri. Seorang pria atau wanita yang hidup untuk menyenangkan Tuhan adalah orang yang sangat anda percaya untuk keputusan-keputusan yang penting. Seseorang yang mengijinkan orang lain untuk berbicara tentang kebenaran tentang hidupnya juga bijaksana dan mau diajar.

Jujur
Pertanyaan: Apakah orang ini mengatakan kebenaran pada Anda walaupun itu sulit? Apakah dia mau berbicara terbuka tentang perasaannya, pergumulannya, masa lalunya, dan kegagalannya? Apakah dia bertanggung jawab atas tindakannya saat dia melakukan kesalahan? Apakah dia pernah memutarbalikkan kebenaran atau meminimalkannya agar dia bisa keluar dari masalah atau membuat dia terkesan lebih baik?
Ingatlah: Kejujuran perkataan pasangan Anda dalam pernikahan adalah hal yang vital. Dalam hubungan kencan, harus ada tanda dari kejujuran dan keterbukaan. Orang yang berkencan dengan anda sewajarnya mau untuk terbuka dan berbicara tentang hal-hal sulit dalam hidupnya, dia tidak berusaha menyembunyikan atau memutarbalikkan kebenaran, dan dia mau bertanggungjawab jika dia melakukan kesalahan. Dia tidak seharusnya merasa takut jika dia telah berbuat salah.

Utuh
Pertanyaan: Apakah orang ini menempatkan harapan dan kebutuhan emosionalnya terutama dalam Tuhan? Saat mengalami kesulitan apakah dia berusaha mengisi kekosongan dengan dukungan emosional dari orang lain (khususnya saya)? Apakah dia baik-baik saja ataukah dia bergumul dengan kegelisahan terus menerus, kecanduan, kebiasaan buruk (alkohol, penyimpangan pola makan, pornografi, obat-obatan, belanja berlebihan, dan lainnya)?
Ingatlah: Orang yang Anda nikahi tidak bisa bergantung pada Anda untuk membuat mereka bahagia, atau untuk selalu berada di samping mereka sepanjang waktu. Lihatlah apa yang dia lakukan untuk menangani rasa sakit, masalah, atau kebosanan. Apakah dia menghindarinya, menguburnya, tidak mempedulikannya, atau menghadapinya? Anda harus dapat melihatnya bergantung pada Tuhan untuk kebutuhan emosionalnya dan rasa sakitnya. Meletakkan harapan yang terlalu besar pada satu sama lain atau bergantung pada siapapun/apapun selain Tuhan untuk menghadapi rasa sakit dan kebosanan lama-kelamaan akan berdampak negatif pada pernikahan karena hanya Tuhan yang dapat mengisi kekosongan itu. Hanya Tuhan yang dapat memberikan penghiburan, harapan, dan rasa aman.

Berserah
Pertanyaan: Apakah orang ini dengan keras kepala mengejar rencana dan tujuannya, ataukah dia seringkali menyerahkan hidupnya pada Tuhan dan rencanaNya?
Ingatlah: Jika orang yang Anda nikahi hidup hanya untuk dirinya sendiri, Anda tidak akan mempunyai pernikahan yang Tuhan maksudkan untuk Anda. Seseorang yang berserah pada Tuhan akan membuka pintu-pintu kepada perjalanan dan petualangan pernikahan dalam rencanaNya!

Memaafkan
Pertanyaan: Apakah orang ini dapat memaafkan dan menghadapi hal-hal dengan mudah? Apakah dia memperlakukan dengan baik orang yang telah menyakitinya di masa lalu? Apakah ada area kepahitan atau tidak mau mengampuni dari masa lalunya yang belum atau tidak dia hadapi, sehingga sering muncul ke permukaan?
Ingatlah: Orang yang tidak mau mengampuni biasanya tidak terhubung dengan pengampunan Tuhan atas dirinya. Orang ini akan membawa kepahitannya dalam pernikahan yang nantinya juga akan mempengaruhi Anda. Orang yang mau mengampuni menyadari bahwa Tuhanlah yang memegang kendali, yang membebaskan mereka untuk melepaskan rasa sakit hati dan menerima kedamaian. Karakter ini akan menjadi berkat bagi Anda saat Anda menghadapi konflik pernikahan.

Jika, setelah membaca daftar di atas, Anda menemukan bahwa karakteristik itu masih belum Anda miliki dalam diri Anda sendiri, saya mendorong Anda untuk mulai membangunnya dalam hidup Anda. Pelajarilah Firman Tuhan, lakukan, dan berdoalah setiap hari, membaca buku-buku Kristen, bergabung dengan komunitas Kristen.

Jika Anda sedang berhubungan serius dimana Anda dan calon pasangan Anda tidak mempunyai semua karakteristik di atas, dan jika Anda masih belum mengetahui rencana Tuhan untuk masa depan Anda, cobalah langkah-langkah ini:

• Mintalah masukan dan pertimbangan dari orang-orang percaya lainnya yang lebih dewasa. Mereka bisa saja pastor, orang tua, teman dekat Anda, atau konselor bimbingan pra nikah.
• Berdoalah dan atau berpuasa untuk jawaban doa Anda. Berjanjilah untuk beberapa waktu terpisah dengan calon pasangan Anda untuk saling berdoa.
• Perhatikan roh Anda. Jika Anda tidak merasa damai sejahtera tentang hubungan Anda dengannya, perhatikan. Damai sejahtera dapat menjadi salah satu cara Tuhan yang penting untuk mengatakan sesuatu kepada Anda.
• Menunggu. Mungkin Tuhan memang belum menyatakan rencanaNya untuk hubungan Anda.

♥——————————————— ♥

11 thoughts on “LOVE

  1. wuih..gw terharu melihat dan membca ini semuanya..
    gw sadar gw masih mencintai dengan cara’egois’ gw..
    bukan pake cara Tuhan..
    Thanx ya, phan..buat artikelnya yg membangun..

    • sama2 Rib!🙂
      ayo kita sama2 mengintrospeksi diri dan berjuang menjadi pribadi2 yang makin serupa dengan Kristus.. Keep in spirit yaaa sobat! gw percaya Tuhan pasti uda siapkan yang terbaik bwt kita.. mulai sekarang ayo kita belajar melihat dan menilai sesuatu dengan sudut pandangNya.. percaya pada waktu dan caraNya yaa.. JLU full🙂

      *Ecclesiastes 3:11*

  2. hadu hadu,, faniii,,, sudah siap nih rupanya,, hahahhaa
    ayo fan,, doa doa fan.. banyak yang udah ngantri loh.. hahahaha

  3. waaahh keren bgt blognyaa
    calon penulis buku Kristen yg handal!
    top abis.
    terutama di bagian perbedaan suka, sayang, dan cinta. hehehe
    sama memilih teman hidup juga oke bgt.
    :):)

    • Hai alvii…🙂
      waa,, kata2mu berlebihan.. aku cuma berusaha mengumpulkan informasi dari beberapa sumber yang aku dapatkan aja.. anw,, thx ya uda visit blogku… hehe
      JLU full!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s