MENGGADAIKAN HIDUP KEPADA DUNIA


Kalau sampai akhirnya ternyata hidup kita belum ditebus kembali, berarti hidup kita dimiliki oleh kuasa kegelapan selamanya.

Orang yang rela kehilangan hidupnya demi keselamatan jiwanya akan memperoleh hidup di Kerajaan Bapa di Sorga, tetapi mereka yang tidak berani mempertahukan hidupnya tidak akan memiliki hidup di Kerajaan Bapa di Surga. Lebih banyak orang yang memilih opsi yang kedua ini, sebab jauh lebih banyak orang yang hidup hanya untuk keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup. Orang-orang seperti ini seperti menggadaikan hidupnya kepada dunia. Akhirnya mereka akan binasa.

Menggadaikan hidup untuk dunia merupakan sikap yang menolak kasih Bapa (1 Yohanes 2:15-16). Dalam hal ini, Firman Tuhan tegas berkata, “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1 Yohanes 2:17). Mereka tidak merasa bersalah, sebab rata-rata manusia memang demikian: hidup dengan cara mengisi pikirannya dengan segala keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup. Mereka tidak menduga bahwa tindakan mereka adalah tindakan yang membinasakan dirinya sendiri.

Kepada semua manusia, Iblis menawarkan keindahan dunia agar manusia menggadaikan dirinya. Tawaran ini disambut banyak orang, sebab faktanya banyak orang yang hidupnya telah tergadai. Di lain pihak, orang yang berusaha melakukan kehendak Allah adalah orang yang menyerahkan hidupnya bagi Tuhan. Ia telah menempatkan hatinya di dalam Kerajaan Sorga (Matius 6:21).

Kita tahu, Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk membebaskan manusia. Tetapi setelah dibebaskan, manusia harus memilih: menyerahkan hidupnya bagi Tuhan, atau bagi dunia. Mestinya kita memberikan segenap hidup kita bagi Tuhan, sebab setelah dibebaskan-Nya, berarti dengan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, kita mengembalikan hidup kita kepada Sang Pemilik, bukan menggadaikan. Tetapi jika kita memberikan diri untuk dunia, artinya kita menggadaikan hidup kita.

Selama kita masih hidup di dunia ini, masih ada kesempatan untuk bertobat agar menebus kembali hidup yang digadaikan kepada dunia itu. Kalau sampai akhirnya ternyata hidup kita belum ditebus kembali, berarti hidup kita dimiliki oleh kuasa kegelapan selamanya. Mari menebus kembali hidup kita yang digadaikan dengan cara bertobat dan mengubah cara hidup kita agar sesuai kehendak-Nya. Keselamatan dari Kristus memungkinkan kita kembali dimiliki oleh Tuhan dan menjadi anggota Kerajaan-Nya. Ia telah menebus hidup kita, jadi kalau kita gadaikan lagi, segeralah tebus kembali selama masih ada kesempatan.

-Solagracia-

Disadur dari:

Surat Gembala 13 Mei 2012

REHOBOT – Membangun Umat Kerajaan Sorga dalam Kebenaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s