Arti Kehadiran-Mu


Teman2, udah pernah dengar kan lagu di bawah ini?

Arti Kehadiran-Mu

Jalan-Mu tak terselami
Oleh setiap hati kami
Namun satu hal ku percaya
Ada rencana yang indah
Tiada terduga kasih-Mu
Heran dan besar bagiku
Arti kehadiran-Mu s’lalu
Nyata di dalam hidupku

Penyertaan-Mu sempurna
Rancangan-Mu penuh damai
Aman dan sejahtera
Walau di tengah badai
Ingin ku s’lalu bersama
Rasakan keindahan
Arti kehadiran-Mu Tuhan..

Indah bukan liriknya?🙂 Kalo teman2 perhatikan, kita bisa mengetahui siapa nama pencipta lagu tersebut dengan membaca dan merangkai ke bawah setiap huruf pertama tiap baris liriknya. Tidak lain dan tidak bukan penciptanya ialah Jonathan Prawira. hehehe

Buat saya pribadi, setiap kata dalam lirik pujian ini benar2 punya arti dan nilai tersendiri. Saya teringat dulu saya dan ayah saya pernah menaikkan pujian ini bersama-sama sambil meneteskan air mata. Kala itu kami sedang bergumul untuk ‘badai’ yang tengah keluarga kami hadapi. Ketika kami menyembah Allah dalam pujian ini dan berdoa bersama, kami memperoleh penguatan dan penghiburan dari-Nya. Saya dikuatkan untuk senantiasa percaya bahwa Tuhan bersama kami, Dia mengerti kondisi kami, dan Dia bekerja di tengah-tengah kami. Walaupun saat itu, saya belum dapat mengerti jalan-jalanNya, namun saya percaya bahwa ada rencana indah yang Tuhan telah persiapkan bagi kami.

Teman, mungkin ada di antara kita yang juga pernah merasakan apa yang saya alami di atas. Terkadang kita diperhadapkan dengan situasi dan kondisi yang tidak dapat kita selami dengan akal budi atau pikiran bahkan hati kita ini. Kita diperhadapkan dengan dua atau lebih pilihan. Apakah kita akan menyerah dan putus asa? Apakah kita mempertanyakan kehadiran Allah dalam hidup kita? Atau bahkan mempersalahkan-Nya atas apa yang kita alami? Banyak hal lain yang mungkin bisa menjadi respon kita. Saya pernah beberapa kali diperhadapkan dengan hal ini, dan di saat-saat itulah Tuhan mengajarkan kepada saya untuk benar-benar bergantung (berserah) kepada-Nya. Kebergantungan di sini merupakan suatu wujud pengakuan saya atas otoritas dan kedaulatan penuh yang Allah miliki. Ketika kita mengangkat tangan kita & berserah penuh pada-Nya, di situlah Allah akan turun tangan dan bekerja! Dia tidak pernah terlambat sedetik pun.

Teman, masalah demi masalah yang datang dalam kehidupan kita seringkali membuat kita lengah dan lupa meminta Tuhan menuntun langkah kita. Tanpa sadar kita berusaha mencari jalan keluar dengan cara kita sendiri tanpa kita bertanya apakah hal itu adalah kehendak-Nya untuk kita kerjakan. Jika saat ini ada di antara kita yang mengalami hal ini, segaralah sadar! Solusi apa pun yang kita usahakan bila datangnya bukan dari Allah pasti tidak akan membawa kepada penyelesaian, namun justru berpotensi memperparah kondisi yang ada. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menajamkan pendengaran kita akan suara-Nya. Caranya ialah dengan duduk diam di kaki Yesus. Ceritakan segala hal yang kita alami kepada-Nya karena Ia ada Allah yang dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (Ibrani 4:15).  Saya percaya bahwa ketika kita sungguh-sungguh datang kepada-Nya dan mencari wajah-Nya (Mzm 27:8;123:2), maka Ia akan menghampiri kita dan menunjukkan kepada kita jalan-jalan yang harus kita tempuh (Mzm 34:5,16).

Selain telinga yang mau mendengar, kita juga harus memiliki hati yang taat dan tunduk 100% pada pimpinan Allah. Banyak orang ketika telah mendapat pengertian akan kehendak Allah pada akhirnya tidak taat untuk melaksanakannya. Akibatnya, mereka masuk ke ‘lubang’ baru lagi, mereka terjebak lagi oleh karena ketidaktaatan mereka. Dalam hal ini, ada yang ingin saya tegaskan: kita tidak dapat meminta Allah menuntun kita untuk langkah selanjutnya jika kita tidak mengikuti langkah sebelumnya yang telah Ia perintahkan untuk kita kerjakan. Ketika kita melangkah keluar dari jalan yang telah Tuhan tetapkan maka kita tidak dapat memintanya untuk menuntun kita untuk langkah-langkah selanjutnya, kecuali kita kembali ke jalan-Nya.

Tuhan memiliki rancangan yang indah bagi hidup kita, namun apakah hal itu tergenapi dan bagaimana hal itu tergenapi, semuanya bergantung pada pilihan kita. Apakah kita mau mengikuti jalan-Nya ataukah kita mau mengambil jalan sendiri.  Banyak orang berputar-putar dan tidak dapat segera sampai pada penggenapan janji atau rencana Allah karena ulah mereka sendiri. Hal ini bisa kita lihat dari perjalanan bangsa Israel ke tanah perjanjian. Selama 40 tahun mereka berputar di padang gurun, dan semua itu terjadi karena ketidaktaatan mereka dan ketegar-tengkukkan hati mereka. Bahkan tidak semua dari mereka memperoleh apa yang dijanjikan, hanya Yosua, Kaleb serta angkatan baru yang dapat masuk dan menikmati janji Allah tersebut. Kita harus belajar dari hal ini. Janganlah kita bersungut-sungut dan menyimpang dari kehendak Allah (memberontak). Belajar dari Yosua dan Kaleb, ketika tantangan/masalah besar menghadang di depan mereka,  mereka tidak memandang pada besarnya masalah tersebut melainkan  mereka berfokus kebesaran kuasa Allah. Dengan keteguhan iman mereka itulah akhirnya mereka memperoleh apa yang Allah janjikan.

Memang tidak mudah memahami hal ini, saya berdoa semoga kita semua dapat menerima pengertian ini dan melakukannya dengan taat dan setia karena kita mengasihi Allah dan rindu menyenangkan hati-Nya selalu. Semoga kita dapat semakin terus merasakan dan menikmati kehadiran-Nya dalam kehidupan kita. Semangaaatt!!🙂

All blessings,

Stephani Debora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s