ASCENSION OF JESUS CHRIST


Hari ini kita memperingati dan merayakan kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke sorga. Dalam kesempatan ini saya mencoba merenungkan kembali peristiwa-peristiwa dalam Kisah Para Rasul 1: 6-11.

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”
Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Dan kembali saya diingatkan akan beberapa hal. Pertama, sebelum naik ke sorga, Tuhan memberikan amanat agung-Nya pada kita:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)

Kedua, sebelum naik ke sorga, Tuhan berjanji akan pencurahan Roh Kudus atas orang-orang percaya. Kuasa Roh Kudus yang akan menyertai dan memimpin kita para muridNya dalam menjalankan amanat agung yang Ia berikan. Kuasa-Nya yang memampukan kita untuk menjadi saksi-Nya. Menjadi saksi Tuhan ini dimulai dari lingkup yang paling kecil (terdekat) yakni keluarga (Yerusalem), sesama saudara seiman (Yudea), saudara-saudara kita yang belum mengenal/percaya (Samaria), dan sampai ke ujung bumi. Saya bersyukur karena janji pencurahan Roh Kudus tersebut telah Ia genapi dan telah saya terima.

Teman-teman, ingat pujian di bawah ini kan?

Roh Allah yang Hidup Penuhiku

Roh Allah yang hidup penuhiku
Roh Allah yang hidup pulihkanku
Turunlah urapan keatasku
Membangkitkan kuasa-Mu (2x)

Reff:
Membebaskan hati yang terbelenggu
Memulihkan hati mereka yang terluka
Serta mencelikkan mata yang buta
Jadikan hidupku alat-Mu
Dipenuhi urapan baru
Menyatakan kebesaran kuasa-Mu

Sesuai dengan pujian di atas, demikianlah kita percaya bahwa hari-hari ini Tuhan  rindu dan sedang mencurahkan pengurapan-Nya atas kita. Pertama, pengurapan kasih. Tanpa kasih tidak mungkin kita dapat menjalankan amanat agung-Nya. Kedua, pengurapan belas kasihan, agar kita lebih peka dan peduli kepada masyarakat-masyarakat lemah di sekitar kita, mereka yang berkekurangan dan membutuhkan perhatian kita. Ketiga, pengurapan kuasa untuk membebaskan orang-orang yang tertawan. Saat ini ada begitu banyak orang yang hidupnya dibelenggu oleh kuasa dosa (Galatia 5:19-21a). Tuhan memberikan kita kuasa untuk menang atas segala ikatan dosa tersebut dan selanjutnya Ia juga memberikan kita kuasaNya untuk membebaskan orang-orang lain yang hidupnya masih tertawan oleh si jahat. Marilah kita dengan penuh iman dan kerendahan hati menghampiri tahtaNya yang kudus untuk menerima pengurapan yang Ia curahkan untuk kita sehingga kita dimampukan untuk menjadi saksi-Nya serta memiliki hidup yang senantiasa memuliakan nama-Nya.

Selamat memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan
pencurahan Roh Kudus (Pentakosta)!

All blessings,

Stephani Debora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s