L.O.V.E


Kasih (love), yup, kata yang satu ini pasti uda akrab banget di telinga kita… Semua orang menyukai kata ini, tapi tidak semua orang taat mempraktekkannya.. Kadang kita lalai dan melupakannya.. Teman2, ada berbagai jenis kasih lho.. Apa aja itu?? Ayo kita cari tahu bareng-bareng.. =)

1. Kasih Eros

Di dalam kasih eros ada perasaan, emosi dan kehangatan.
Adalah wajar jika dalam setiap orang ada kasih
eros terutama terhadap lawan jenisnya.
Tetapi kasih eros sangat tidak stabil dan mudah berubah,
sehingga tidak bisa menjadi dasar dalam hubungan
yang baik dalam mencintai seseorang.
Orang yang dikuasai eros malah menjadi rentan
dan cenderung sangat mudah dikuasai nafsu.
Hanya dengan kasih Allah,
setiap orang bisa mengontrol kasih eros dalam dirinya.

2. Kasih Philia

Philia adalah kasih persaudaraan yang di dalamnya ada
emosi dan kesetiakawanan (Ibrani 13:1).
Kasih yang mendasari hubungan teman ini juga
sifatnya tidak stabil,
buktinya dapat terjadi
permusuhan antar teman dekat sekalipun.

3. Kasih Storge

Storge adalah kasih karena ikatan darah,
misalnya antara ibu dan anak, ayah dan anak
atau ikatan darah lainnya.
Sifat kasih storge mirip dengan philia.

4. Kasih Agape

Kasih agape adalah kasih yang tertinggi,
karena di dalamnya ada kasih ilahi.
Kasih inihanya dimiliki oleh orang yang sudah
menerimakasih sejati yang ada dalam Kristus Yesus.
Hanya orang yang sudah menerima kasih agape
Yesus dalam
dirinya-lah yang dapat mengimpartasikan
kasih sejati ini kepada sesamanya.
Agape akan membuat
segala sesuatu indah dan murni.
———————————
Apakah “kasih” itu?
Kasih adalah kemampuan untuk merasakan
kebebasan- kebebasan untuk menyatakan perasaan kita.
Oleh sebab itu,
untuk dapat mengasihi orang lain, kita perlu mengasihi
dan menerima diri sendiri terlebih dahulu.
Semakin dalam
“kebutuhan” kasih kita, semakin kita merasa kurang
bebas sebab kita takut kehilangan kasih itu.
Belajarlah mengasihi
diri sendiri sebelum Anda mengasihi orang lain

1 Yohanes 2:10
Barangsiapa mengasihi saudaranya,
ia tetap berada di dalam terang,
dan di dalam dia tidak ada
penyesatan.
—————————
Kebahagiaan bagi anak-anak
Tuhan ialah ketika ia mau memberi.

Memberi = Bahagia

Bahasa Kasih Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah KASIH. (I Korintus 13 : 13) Sempat terlihat di layar kaca kita beberapa waktu lalu, iklan sebuah produk lotion bayi terkenal. Dalam iklan itu divisualisasikan sentuhan lembut penuh kasih dari sang ibu yang memberi kenyamanan dan kehangatan bagi bayinya. Sentuhan penuh cinta dari si ibu adalah bahasa kasih yang paling dimengerti bayinya. Demikian pula adanya KASIH, deskripsi rasul Paulus mengenai kasih seperti yang tertulis dalam I Korintus 13:4-7 adalah definisi terbaik yang pernah tercatat dalam sejarah peradaban manusia. Namun kasih bukan hanya sebatas kata, kasih hanya mampu dibahasakan dengan perbuatan, hampir seperti iklan lotion tadi. Bahasa kasih sejati bersumber dari Bapa sendiri ketika Ia dalam keajaiban kasihNya memprakarsai keselamatan manusia (Yesaya 43:11) dan mengutus Kristus untuk melakukan keselamatan itu.

Kristus membahasakan kasih Bapa dengan tulus ketika Ia melintasi via Dolorosa menuju Kalvary. Keagungan kasihNya memberi dampak besar dalam kehidupan manusia sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Sentuhan kasih Bapa melalui Kristus akan dirasakan, dinikmati jika kita mau menerima Dia dalam hidup kita. Dengan demikian Sang Empunya Kasih Sejati itu akan tinggal di dalam hidup kita, mengalirkan kasihNya bagaikan aliran-aliran air kehidupan sehingga kitapun mampu membahasakan kasih kepada sesama. Bahasa kasih tidak dipelajari secara khusus, tidak ada universitas yang punya fakultas untuk mempelajari bahasa kasih. Boleh di kata, tidak ada lembaga apapun di dunia ini yang punya kemampuan mengajarkan bahasa kasih dengan baik. Hanya keintiman dengan Bapa dan FirmanNya lah yang akan memproses hidup kita untuk mengerti bahkan mampu membahasakan kasih dengan baik. Dalam proses ini Bapa tidak membiarkan kita seorang diri, tetapi memberikan Roh Kudus untuk memimpin dan menjadi guru terbaik kita.

source: profiles.friendster.com/loveisjesus

——————————————————–


Nah,, setelah tahu & paham tentang 4 jenis kasih di atas, langkah berikutnya yaitu mengoreksi diri kita masing-masing:
1. Apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus?
2. Apakah kita sudah mengasihi sesama kita di dalam Kristus?
3. Apakah kita juga mengasihi sesama kita manusia yang belum mengenal Yesus?

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” 1 Korintus 13:1 – 3

Mari kita membagikan kasih (Agape) yang telah kita terima dari Tuhan kepada sekitar kita…

All blessings,

Stephani Debora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s